Selasa, 19 April 2011

Jam matahari klasik

BAB I
A.    Pendahuluan
Begitu majunya dan bervariatfnya bentuk jam matahari yang kita kenal sekarang ini, tentunya takkan pernah lepas dari munculnya jam matahari klasik, yang merupakan awal dari perkembangan jam-jam matahari modern.
Bentuk jam matahari klasik merupakan sebuah sejarah yang nampaknya sudah terlupakan oleh masyarakat intelektual. Terbukti sudah tidak ada lagi para peneliti dan para ilmuwan yang berusaha mengembangkan jam matahari bentuk ini.
Oleh karena itu, pentinglah bagi kita sebagai penekun ilmu falak untuk menelusuri atau sekedar mengetahui apa itu jam matahari klasik, lebih bagus lagi apabila kita menindaklanjuti penelusuran ini.

B.     Rumusan Masalah
Untuk makalah kami kali ini, agar pembahasan bisa focus pada tema yang telah ditentukan, maka kami akan membatasi pembahasannya meliputi:
Ø  Apa itu jam matahari klasik?
Ø  Bagaimana operasional jam matahari klasik untuk daerah-daerah equator?
 
BAB II
Pembahasan
A.    Pengenalan Umum tentang Jam Matahari Klasik
        “Jam matahari adalah seperangkat alat yang digunakan sebagai petunjuk waktu semu local dengan menggunakan matahari, sehingga menghasilkan bayang-bayang dari gnomon (batang atau lempengan yang bayang-bayangnya digunakan sebagai petunjuk waktu).”[1]
        secara umum, hampir semua jam matahari berbentuk seperti yang digambarkan pengertian di atas. Namun, pada masa klasik ada sebuah jam matahari yang tidak menggunakan gnomon sebagai pembentuk bayangan. Jam matahari ini menggunakan lubang kecil pada sebuah bidang yang dihadapkan dengan matahari. kemudian sinar matahari masuk melalui lubang tersebut dan pada akhirnya memancarkan sinar kecil di bidang jam matahari yang bawah.    
        Jam matahari tersebut secara umum terdiri dari sebuah objek yang membentuk bayangan yang ada pada permukaan yang bergaris (sehingga disebut garis jam), permukaan tersebut dinamakan the table of the dial (meja jam). Meja ini paling sering berbentuk bidang datar, tetapi ada juga permukaan yang berbentuk melengkung, seperti bola, silinder, dan lain-lain. Tetapi untuk sekarang ini, penggunaan bidang melengkung sangat jarang, karena mempengaruhi akurasi jam matahari. sumber bayangan biasanya dari sebuah batang logam, kadang-kadang itu berupa tepi tubuh atau mungkin tepi permukaan.
        Objek yang menghasilkan bayangan bisa berupa lubang bidik kecil yang disebut scaffold (perancah). Pembuatan jam matahari dalam bentuk seperti ini, dimaksudkan untuk menentukan secara langsung perjalanan matahari melintasi meridian. Dalam kasus ini, sinar matahari memancarkan sinar titik putih kecil di meja yang merupakan citra matahari (lihat gambar 4, hal. 6).
        Sekarang mari kita bayangkan sebuah horizontal pada bidang H dan sebuah vertical pada bidang V, berpotongan di sepanjang garis EW yang berorientasi tepat di arah timur-barat (Gambar 37). Mari kita mengandaikan bahwa batang lurus seperti objek CC' sejajar terhadap sumbu bumi, terletak di sudut yang dibentuk oleh dua bidang. batang yang kemudian akan garis tegak ke baris EW. Jika kita menarik garis tegak ke baris dari C dan C’ mereka akan bertemu di M dan bidang CMC' akan menjadi bidang meridian. Dengan kata lain, bayangan dari garis CC’ pada dua bidang V dan H akan terletak di sepanjang CMC' di pertengahan siang hari. Satu jam kemudian, bayangan CC' akan terletak bidang CNC'. Matahari telah dibahas bahwa 1 / 24 setiap hari adalah interval waktu, atau 360o/ 24 = 15o, sehingga sudut antara bidang CMC' dan CNC' adalah 15o. Demikian pula, di pagi hari jarak sudut 15o akan ditemukan antar bidang seperti yang telah ditentukan oleh bayang-bayang CMC' di siang hari, CLC' di pukul 11, CKC 'di pukul 10, dll
        Kita dapat menentukan kebenaran jam ini dengan memberi tanda bayang dari CC’ pada piringan sundial sebagai garis sejajar, dengan bantuan sinar matahari persiapkan bidang datar untuk dijadikan sundial. Kita akan mempunyai konsep dasar yang ditarpkan pada jam matahari yang berbentuk dobel, yaitu garis-garis COC’, CNC’, CMC’ dan seterusnya (lihat gambar 37 hal. 43). Garis vertical yang terbentuk pada piringan tersebut didasari kaidah 360 / 24 jam = 15 jadi besar selisih tiap I jam adalah 15 derajat.  
        Kami akan menentukan kebenaran jam-jam dengan cara ini yaitu dengan menandai bayang-bayang CC' di kedua bidang, dari munculnya sinar matahari pagi sampai mereka menghilang di malam hari. Kita akan membuat konsep dasar dengan cara yang cukup sederhana pada jam matahari ganda, vertikal dan meridional di bidang V dan horizontal di bidang H, dengan ketentuan bahwa garis EW itu benar berorientasi, H adalah bidang horisontal, V adalah vertikal, dan CC' terletak di meridian serta sejajar dengan sumbu bumi. Kondisi terakhir ini terpenuhi jika sudut MC’C sama dengan lintang tempat.
        Sekarang mari kita bayangkan untuk sementara kita lupakan CC' di posisi semula, kita ganti bidang V dengan bidang V’ yang miring dan tidak berorientasi pada arah timur-barat sehingga matahari akan miring dan menurun.
        Asumsikan bahwa bidang ini terletak di luar bidang H (gambar 38). Kemudian jejak bayangan CC' di berbagai jam benar masih akan ditentukan oleh bidang CMC',  COC', CNC, dll. Sejak kita menggeser bidang H maupun batang CC ', pusat C dari jam baru akan diperoleh dari persimpangan CC' dengan v', titik K, L, M, N, O, dll dengan memperluas ke V' garis jam dari dial V' dengan hanya menggambar garis CK, CL, CM, dll di sini, seperti sebelumnya, bayangan akan menjadi persimpangan bidang jam matahari, yaitu bidang yang didefinisikan oleh-lingkaran jam tersebut pada jam yang sesungguhnya, dengan bidang jam matahari.
        Akhirnya, semua yang telah dibahas masih berlaku jika bidang adalah silinder, bola, atau permukaan lainnya. namun, garis jam akan tetap menjadi kurva. Mari kita pertimbangkan akhirnya meja bidang datar yang tegak lurus terhadap CC'. bidang kemudian tegak lurus terhadap sumbu bumi dan akibatnya sejajar dengan khatulistiwa. Seperti sebuah jam yang disebut “equator dial”. Jenis jam ini memainkan peran lebih besar dalam gnominics, pembahasan selanjutnya akan dikhususkan untuk itu.
Dalam pembahasan di atas selalu diasumsikan untuk belahan bumi utara, dan ini juga akan benar dalam apa yang berikut. Dengan beberapa pertimbangan, teori ini juga berlaku untuk belahan bumi selatan, namun, jam matahari harus menghadap ke utara mengikuti matahari dan jelas penomoran garis jam-akan dibalik. Selain itu, semua yang akan kita katakan akan berlaku, dengan analogi.
 B.     Equatorial DIAL  (Operasional Jam Matahari Klasik untuk Daerah Equator)
        Equator Dial adalah: seperti yang telah kita katakan, bidang dial yang tegak lurus dan sejajar dengan khatulistiwa. Sistem bidang jam yang dijelaskan di atas menunjukkan bahwa garis-garus jam seperti sebuah jam adalah garis lurus berpusat  di pusat jam dan dengan masing-masing dua garis membentuk sebuah sudut 15o.
        Bagi yang tinggal di katulistiwa, posisi dial mesti tegak lurus dan paralel ke garis katulistiwa. Sistem dari piringan jam ditandai bahwa baris jam dari angka seperti itu adalah pemusatan garis lurus pada pusat dan pembulatan angka dengan masing-masing sebesar mereka 150 atau sama dengan I jam. Tidak ada kesulitan di dalam membangun angka jam seperti itu, yaitu hanyalah menggambar bulatan yang pusatnya adalah titik tengah, dan gambarlah sebanyak leretan dari titik bagian yang diperlukan.
        Ketika suatu lokasi yang cocok sudah ditemukan, angka jam ini punya keuntungan untuk menandai waktu sepanjang matahari selama di atas kaki langit yaitu selama keseluruhan hari. Ini mewakili gambaran dari piringan katulistiwa yang terestrial pada satu skala yang dikurangi, yaitu supaya kita ingat, piringan dari referensi itu dipergunakan untuk pengukuran deklinasi dari bintang-bintang dan matahari. Deklinasi matahari adalah positif dari 21 Maret sampai 23 September. Dan mulai 23 september sampai 21 maret deklinasi negative. Instalasi dari angka jam adalah mudah seperti konstruksi busur derajat.
        Angka jam dikatulistiwa mempunyai keseimbangan karena siang dan malam lamanya hamper sama. Biar kita mengambil contoh satu tembok piringan p atau apapun yang ada dipermukaan, vertikal, atau yang lainnya, yang mana baris jam dari satu angka jam adalah dilacak dan pada yang mana terdapat sebuah dengan baik terorientasi dan dengan tangguh gaya tetap. Seandainya yang kita memasukkan di sini gaya satu instrumen seperti itu terlihat pada gambar 40, yaitu angka jam kecil hal katulistiwa siapa gaya, persis tegaklurus ke ini naik piringan terbang, terdiri dari satu lengan baju cekungan yang meluncurkan dengan sempurna dan tanpa permainan pada gaya dari angka jam dalam proses konstruksi. Disk dari angka jam hal katulistiwa ini diarahkan garap 6h - 18h baris persis horisontal kemudian keseluruhan dibuat tak bergerak pada gaya dari tembok dengan mempererat cecah sekrup menggambarkan figure 41.
        Garis jam dari angka jam equatorial yang mana keekstriman berada pada sisi cabang samping dari papan P akan menyebabkan beberapa kesulitan. Ini mudah terpecahkan dengan pertama meregang satu benang M’F kepada representasi perpanjangan dari penyilangan papan P dengan tabel dan benang lainnya, sebagaimana diuraikan di atas, dari O pada piringan P sepanjang salah satu garis jam untuk penyilangannya pada R dengan benang F. dengan pertolongan dari benang ketiga, digenggam kencang dan tetap pada pusat C, baris jam yang diinginkan bisa ditentukan. Prosedur ini diterapkan dalam rangkaian untuk masing-masing garis jam yang mana keekstrimannya berada pada sisi kiri atau sisi kanan dari P. ini tidak dapat berlaku bagi garis jam 6 dan 18, yaitu yang horisontal, tapi setidaknya kita dapat mengetahui baris yang sesuai pada angka jam yang tegaklurus ke CM. Pekerjaan itu memerlukan untuk diselesaikan untuk satu sisi dari angka jam, sisi lain adalah simetris dengan berhadapan ke CM.
        Jika konstruksi dengan bantuan epure, maka kita buat R menjadi segiempat yang mana akan melayani sebagai tabel dari angka jam dan yang mana titik C sebagai pusat. Seperti bahasan sebelumnya kita menggambar 12 jam baris CM, yang akan diorientasikan kemudian pada piringan dari garis bujur. CS disetel pada C, akan diposisikan pada piringan v, tegaklurus dengan piringan R sepanjang CM (gambar 44). Piringan dari angka jam equatorial yang lengkap akan tegaklurus dengan piringan SC melalui S, yang dipotong piringan V sepanjang garis lurus MN, tegaklurus ke SC, dan piringan R sepanjang OP, tegaklurus ke CM.
BAB III
Penutup
        Dengan gambaran singkat mengenai pembahasan dalam makalah ini, maka kami berharap agar makalah kami dapat menambah wawasan para pembaca mengenai jam matahari, sehingga pengetahuan kita semakin berkembang.
        Kami memahami bahwa dalam makalah ini masih banyak ditemui banyak kekurangan dan banyak hal yang harus diperbaiki. Maka dari itu, kami maengharapkan adanya saran dan kritik yang bersifat membangun agar dapat menjadi bahan evaluasi kami dalam menyusun makalah sehingga dikemudian hari dapat tercipta makalah yang lebih baik lagi

Daftar Pustaka
Rohr, Rene, 1970, SUNDIAL, History, Theory, and Practice, New York: Dover Publication
http://www.thebiggestsundial.com



[1] http://www.thebiggestsundial.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar