Selasa, 12 April 2011

Program Excel Praktis ala "Yadi Setyadi"

1.      Bentuk-bentuk lambang dalam perhitungan microsoft xl
a.       Bentuk  “+” tebal hitam : tampil dipojok kanan bawah sel berfungsi untuk mencopy formula dari sel yang dicopy dengan cara mendragnya kebawah maupun kesamping kanan. Bentuk selnya seperti  dan bertempat di kotak hitam kecil tebal dipojok kanan bawah.
b.      Bentuk “ ” besar putih: berada disekitar sel berfungsi untuk memblok sel.
c.       Bentuk  besar dengan tanda panah menuju 4 arah: berfungsi memindah sel dengan mendrag, dan men-cut sel.
2.      Masukkah data awal

A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
1
30
40
1
Ahad
1
2
3
4
5
6
7
2


2
Senin
Ahad
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jum’at
Sabtu
3


3
Selasa







4


4
Rabu







5


5
Kamis







6


6
Jum’at







7


7
Sabtu







3.      Masukkan rumus-rumus berikut:


B
Penjumlahan
2
=A1+B1
Penguranga
3
=A1-B1
Perkalian
4
=A1*B1
Pembagian
5
=A1/B1
Pangkat
6
=B1^2
Akar
7
=SQRT(B1)
Sin α
8
=SIN(A1*PI()/180)
Cos α
9
=COS(A1*PI()/180)
Tan α
10
=TAN(A1*PI()/180)
Arc sin α
11
=ASIN(B8)*180/PI()
Arc cos α
12
=ACOS(B9)*180/PI()
Arc tan α
13
=ATAN(B10)*180/PI()
Arc cotan α
15
=ATAN(1/B10)*180/PI()
Integer
16
=INT(B7)
Trunc
14
=TRUNC(B7,3)
Round
17
=ROUND(B7,2)
Rounddown
18
=ROUNDDOWN(B7,2)
Roundup
19
=ROUNDUP(B7,2)
Logika 1
20
=IF(A1>B1,"S","B")
Logika 2
21
=IF(A1>B1,A1+B1,B1-A1)
Logika 3
22
=IF(A1>B1,"kemplud",IF(B1-A1=10,"al-Dal-Duly","Dal-Dul Tenan"))
Vlookup
23
=VLOOKUP(2,$C$1:$D$7,2)
Hlookup
24
=HLOOKUP(2,$E$1:$K$2,2)
Nilai mutlak
25
=ABS(B1-A1)
Derajat
26
=10.54/24
Atan2
27
=atan2(1,1)
ceiling

=ceiling(b9;3)
even

= even(b8)

4.      Penjelasan
5.      Bagian pembulatan
a.         Int : lengkapnya  Integer (bilangan bulat/utuh): berfungsi untuk membulatkan angka desimal keangka yang lebih dekat baik keatas atau kebawah. jika >0,5 → 1, jika ≤ 0,5 → 0.
b.        Trunc: lengkapnya truncates (memotong) berfungsi untuk menhilangkan beberapa angka dibelakang koma (,) sebanyak yang diinginkan. Banyaknya angka yang tersisa tergantung angka yang dimasukkan pada rumus bagian kedua. Perhatikan rumus diatas yang bercetak tebal, =TRUNC(B7,3).
c.         Round : pembulatan angka dibelakang koma ke angka yang lebih  besar atau kecil sebanyak yang diinginkan. Banyaknya angka yang tersisa tergantung angka yang dimasukkan pada rumus bagian kedua. Perhatikan rumus diatas yang bercetak tebal, =ROUND(B7,2).
d.        Rounddown : pembulatan keangka yang lebih kecil berapapun angka sebanyak yang diinginkan. Banyaknya angka yang tersisa tergantung angka yang dimasukkan pada rumus bagian kedua. Perhatikan rumus diatas yang bercetak tebal, =ROUNDDOWN(B7,2).
e.         Roundup : pembulatan keangka yang lebih besar berapapun angkanya sebanyak yang diinginkan. Banyaknya angka yang tersisa tergantung angka yang dimasukkan pada rumus bagian kedua. Perhatikan rumus diatas yang bercetak tebal, =ROUNDUP(B7,2).
f.          Mround : pembulatan angka kepada kelipatan angka tertentu yang terdekat. Misal =mround(14,5), artinya, pembulatan angka 14 ke angka keliptan 5 terdekat yaitu 15.
g.         Ceiling : sama dengan round up tapi kenaikan angkanya ditentukan.
h.        Floor : sama dengan round down tapi penurunan angkanya ditentukan.
i.           Even: round up ke angka genap terdekat.
j.          Iseven: penilaian ganjil terhadap angka. Jika angkanya ganjil maka “TRUE” dan jika angkanya genap maka “FALSE”.
k.        Odd : round up ke angka ganjil terdekat.
l.           Isodd: penilaian genap terhadap angka. Jika angkanya genap maka “TRUE” dan jika angkanya genap maka “FALSE”.
6.      Bagian perhitungan
a.         Sum: penjumlahan.
b.        Sumif: penjumlahan bagian tertentu dan 1 kriteria.
c.         Sumifs : penjumlahan dengan banyak kriteria.
d.        Sumproduct : perkalian beruntun dalam beberapa bagian. Misal =sumproduct(a1:a4;b1:b4), artinya a1*b1+a2*b2+a3*b3+a4*b4
e.         Sumsq : penjumlahan setelah dipangkatkan. Misal =sumqs(3;4), artinya 32+42.
f.          Summxmy2:
g.         Summx2my2:
h.        Summx2py2:
i.           Average: rata-rata.
j.          Averageif : rata-rata terhadap bagian tertentu dengan 1 kriteria.
k.        Averageifs : rata-rata dengan banyak kritria.
l.           Gcd: mencari pembagi bilangan. Misalnya =gcd(4,8,6), artinya mencari bilangan yang bisa membagi angka 4, 8 dan 6. Rumus ini sangat berguna dalam ilmu waris.
m.      Log: mencari nilai logaritma.
n.        Quotient: mmenemukan  hasil bagi tanpa koma. Misal =quotient(19;3), artinya 19 dibagi 3 = 6
o.         Mod : untuk mencari sisa pembagian. Misal =mod(7;2), artinya 7 dibagi 2 sisanya 1.Ini sangat berguna untuk perhitungan tahun masehi.
p.        Power: mencari pangkat. Misal =power(5,4), artinya 5 pangkat 4.
q.        Product : perkalian beruntun. Misal =product(a1:a10), maka perhitungannya adalah a1*a2*a3*a4, dst.
7.      Bagian logika
a.         Logika : berguna untuk melakukan beberapa perhitungan sekaligus dengan berbagai kemungkinan.
b.        1ogika 1 : logika dengan menggunakan “kata” pada sutu perhitungan atau lebih pada berbagai kemungkinan.perhatikan kata yang muncul ketika mengetik “=if(“, logical_test, value_if_true, value_if_false). Bagian pertama merupakan logika yang dibuat; bagian kedua adalah jika sesuai dengan logika; dan bagian ketiga adalah jika tidak sesuai dengan logika).
c.         Logika 2: logika ini sama dengan logika 1, namun untuk bagian 2 dan bagian 3 menggunakan perhitungan.
d.        Logika 3: logika  ini adalah contoh logika beruntun.
e.         And: mengecek argumen atau logika yang dipilih. Jika semuanya sesuai, maka nilainya “TRUE”, dan jika ada salah argumen atau logika yang tidak sesuai, maka nilaianya “FALSE”.
f.          Or: sama dengan “and”, bedanya terletak pada nilai kogika yang diberikan. Jika salah satu argumen atau logika sesuai, maka nilainya “TRUE”, dan jika tidak ada yang sesuai maka nilainya “FALSE”.
g.         Iferror: pemberitahun adanya eror.
h.        Rand: nomor secara acak. Misal =ran() berati bilangan acak dar 0-1, =Rand()*100 berarti angka acak dari 0 -100.
i.           Randbetween: nomor secara acak antara bilangan tertentu.
j.          Roman : angka romawi suatu angka. Misal =roman(499,0), artinya angka 499 romawi classic.
8.      Bagian pencarian
a.      Vlookup : lengkapnya vertical look up, artinya pencarian sesuatu secara vertikal atau atas bawah. Caranya, tentukan angka atau huruf yang akan dicari pada bagian 1, tentukan tempat angka dan pencariannya pada bagian 2, dan tentukan kolom pencarian sari angka tersebut pada bagian 3). Perhatikan petunjuk ketika menulis “=vlookup(“, =vlookup(lookup_value,table_array,col_index_number,range_lookup). Bagian ke-4 disini tidak perlu diisi.
b.      Hlookup : lengkapnya horizontal look up, artinya pencarian sesuatu secara horizontal atau pencarian ke samping. Caranya sama dengan vlookup.
c.       Lookup : mencari nilai pada colom dan baris tertentu.
d.      Index: pencarian nilai berdasarkan rows dan colomn.
e.       Match: menentukan posisi suatu nilai pada suatu Array
f.       Dcount
g.      Dcount
h.      Dsum
i.        Dmax
j.        Dmin
k.      Dproduct:
9.      Derajat 1: caranya:
a.      bagi angka yang dicari/dirubah kebentuk derajat dengan 24, klik kanan atau ctrl-1, pilih number, pilih time, pilih model 37:30:55.
b.      bagi angka yang dicari dengan 24, klik kanan atau ctrl-1, pilih number, pilih custom, pilih model [h]:mm:ss, kemudian ganti dengan homm’ss (lambang derajat bisa dicari pada simbol di Microsoft Word).
c.       Misalkan coloum E3 berisi angka 4, F3 berisi angka 24, dan G3 berisi angka 56. Ketik rumus = E3&"°"&F3&"'"&G3&"""" pada sel H3. Cara ini menyebabkan isi dalam sel menjadi tidak berfungsi untuk perhitungan.
10.  Derajat 2: misalkan E4 berisi angka 54,4553. Maka untuk membuatnya kedalam bentuk derajat pada sel yang terpisah adalah:F4 (Derajat) : INT(E4), F5 (menit) : INT((E4-F4)*60), F6 (detik) : ROUND((((E4-F4)*60)-G4)*60;2).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar