Rabu, 13 April 2011

Operasional Teodolit Dalam Mengukur Arah Kiblat

Teodolit sebenarnya merupakan alat ukur tanah yang universal. Selain digunakan untuk mengukur sudut horizontal dan sudut vertical, teodolit juga dapat digunakan untuk mengukur jarak optis, dan membuat garis lurus.
Penggunaan theodolit dalam pengukuran arah qiblat:
1. Pasang teodolit secara benar, artinya dalam posisi tegak lurus dengan statip/ lot yang datar. Perhatikan water passnya dari segala arah, pastikan ia sudah berada di tengah dan tidak berubah-ubah,
2. Periksa tempat baterai kemudian hidupkan teodolit dalam posisi bebas tidak terkunci,
3. Bidik matahari sesuai dengan jam yang sudah disiapkan. Ingat!!!! Jangan meneropong matahari secara langung dengan mata,
4. Kunci teodolit, kemudian nolkan,
5. Hidupkan kembali, lepas kunci dan putar kea rah utara sejati,
6. Kunci teodolit, kemudian nolkan,
7. Hidupkan kembali kemudian lepas kunci dan putar kea rah azimuth qiblat. Maka teodolit telah mengatah ke arah qiblat.
8. Selanjutnya buatlah dua titik (dengan arah yang sudah ditunjukkan teodolit) kemudian hubungkan dua titik tersebut. Gaaris tersebut adalah arah qiblat,
9. Jika ingin membuat shaf, buatlah garis tegak lurus (memotong garis tadi sebesar 90 derajat).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar